BPBD dan PDAM Tidore Gerak Cepat Atasi Krisis Air

BPBD Juga Siapkan Dana Tak Terduga

Muhammad Abubakar.

TIDORE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait seperti PDAM terus mensuplai air kepada sejumlah kelurahan di pulau Tidore yang mengalami kekeringan dan krisis air akibat kemarau.

Kepala BPBD Tidore, Muhammad Abubakar mengatakan, masalah kemarau yang berakibat pada kekeringan ini sebelumnya sudah disampaikan oleh BPBD Tidore berdasarkan peringatan dari BMKG.

Pihaknya juga kini telah menindaklanjuti instruksi Wakil Wali Kota Tidore terkait penanganan masalah kekeringan dan krisis air di beberapa kelurahan desa di Kota Tidore Kepulauan.

Saat ini, beberapa kelurahan yang mengalami krisis air khususnya di pulau Tidore sudah ditangani dengan cara mensuplai air.

“Ada berapa unit mobil yang digunakan untuk suplai air ke kelurahan yang krisis air. Mobil yang digunakan itu adalah milik BPBD, PDAM dan Damkar,” ungkap Muhammad Abubakar saat dikonfirmasi, Kamis (4/1).

Krisis air yang dialami oleh beberapa kelurahan daerah pegunungan di pulau Tidore itu diantaranya adalah kelurahan Afa-Afa, Gurabunga, Kalaodi, Folarora, Jaya. Sedangkan di wilayah Oba yakni di Oba Utara diantaranya kelurahan Sofifi dan desa Ampera.

“Itu berdasarkan hasil konfirmasi kami di lapangan,” ungkap Kepala BPBD.

Muhammad Abubakar mengemukakan, saat ini, pihaknya masih terus melakukan penanganan krisis air di daerah-daerah pegunungan. Usai itu, pihaknya langsung melakukan penanganan di Sofifi dan Ampera. Dari data BPBD, kata Muhammad Abubakar, terdapat sekitar 18 sumur air di desa Ampera yang mengalami kekeringan.

“Kalau di daerah pegunungan itu, kami bersama PDAM dan Damkar masih terus melayani kebutuhan air seperti pengisian bak penampung air di daerah pegunungan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan Dana Tak Terduga (DTT) selama musim kemarau. Persiapan DTT itu juga berdasarkan instruksi Wakil Wali Kota Tidore agar bisa disiapkan untuk digunakan dalam keadaan-keadaan darurat.

“Kami sudah siapkan RAB nya. Tapi kami masih menunggu Wali Kota kembali dari luar daerah untuk disposisi agar kami bisa masukan ke bagian keuangan daerah,” tandasnya. (red).