IdentikNews

Mengenal Tuhan Dalam Wujud Manusia

Penulis : Masriyanto Abd. Samad. (Sekertaris DPC PBB Kota Tidore)

 

Kemarin muncul sedikit perdebatan terkait pernyataan Calon Walikota Tidore Bpk. Muhammad Sinen yakni tentang Tuhan dan manusia. Olehnya itu pandangan saya jika kita telah belajar sebelumnya bahwa Tuhan menampakan diri-Nya kepada kita melalui alam ciptaan-Nya.

Kita menyadari bahwa semua agama, baik Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, maupun Konghucu meyakini satu kebenaran religius yang sama, yaitu bumi dan segala isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Namun, jika kita membaca Firman Tuhan dengan seksama, kita dapat menyadari bahwa Allah membedakan manusia dengan ciptaan-Nya yang lain.

Dengan menyadari bahwa setiap manusia memiliki gambar dan rupa Sang Pencipta, kita dapat langsung melihat-Nya dalam diri kita, berbeda dengan alam yang tidak memiliki gambar dan rupa-Nya.

Sejak lahir, kita pertama kali mengenal Tuhan melalui orang tua kita. Semakin beranjak dewasa, kita pun semakin mengenal dan memahami jati diri-Nya yang Mahabaik, Maha Penyayang, dan masih banyak lagi melalui pengalaman pribadi sesama kita.

Kita tidak hanya terbatas pada keluarga, saudara, teman, dan lain-lain, tetapi juga semua manusia yang kita jumpai dalam kehidupan kita. Tidak jarang, Tuhan menggunakan orang lain untuk menyatakan kehadiran-Nya atau memberikan pertolongan kepada kita.

Begitu pula sebaliknya, Tuhan juga bisa menggunakan kita sebagai perpanjangan tangan-Nya bagi orang lain yang mungkin bahkan tidak kita kenal sebelumnya. Dengan demikian, Tuhan dapat menampakkan diri-Nya melalui kita maupun sesama kita manusia.

Dengan menyadari kebenaran tersebut, kita tentunya tidak akan memperlakukan sesama kita dengan semena-mena, tetapi menghargai dan menyayangi mereka layaknya kita memperlakukan Tuhan. Sebab Tuhan lebih dahulu menunjukkan kasih-Nya yang sempurna bahkan ketika kita masih berdosa.

Sebagai umatnya, kita juga harus dapat mengasihi sesama kita dengan meneladani sifat Tuhan pada kita sesuai dengan perintah-Nya tanpa memandang apapun. Dengan demikian, rantai kebaikan akan terus berlanjut dan semakin banyak orang akan mengenal Tuhan dimulai dari sikap dan tindakan sederhana yang dapat kita lakukan ini.

Olehnya itu, berbuat baik antar sesama, saling mengasihi, saling membantu adalah bagian dari sifat Tuhan yg di wakilkan kepada hambanya. (*).