UMKM di Tidore Tumbuh Subur

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen.

Tidore – Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, dibawah Kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sukses menumbuh kembangkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tidore Kepulauan.

Buktinya, terdapat kurang lebih sebanyak 62 pelaku ekonomi kreatif yang menjalankan usahanya, bahkan hadirnya UMKM maupun pelaku usaha lainnya yang bergerak dibidang sembako, juga telah merekrut tenaga kerja sebanyak 1.200 orang.

“Saya berharap untuk kedepannya, Disperindagkop sudah bisa fokus pada pengembangan UMKM, karena kedepan ada banyak event yang akan kita lakukan di kawasan Pantai Tugulufa,” ujar Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen, saat dikonfirmasi wartawan media ini di ruang kerjanya beberapa hari kemarin.

Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini meminta agar Disperindagkop terus melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap pelaku UMKM. Selain itu, Dinas tersebut sudah harus mendesain sebuah kegiatan yang dapat mendukung profesionalisme kerja bagi pelaku usaha di Tidore dan mendata jumlah pedagang yang ada.

Dengan begitu, setiap bantuan yang disalurkan, bisa dengan mudah untuk dikontrol demi peningkatan pendapatan para pelaku usaha di Tidore.

“Saat inikan sudah banyak bantuan yang disalurkan, saya berharap bantuan itu, tidak hanya disalurkan begitu saja melainkan harus dikontrol sampai pada tingkat perkembangan dan pendapatan mereka,” pintanya.

Wawali mengatakan, Perindagkop sudah harus lebih intens melakukan pendampingan di kalangan pedagang, sehingga program-program yang nantinya dibuat benar-benar pro rakyat.

“Pedagang lokal ini sudah harus kita berdayakan agar bisa mendongkrak PAD, selain itu Perindagkop juga harus memberikan kemudahan kepada siapa saja yang mau berinvestasi di Tidore, sehingga pelayanan itu benar-benar dimaksimalkan dengan baik,” ujarnya.

Untuk itu, Disperindagkop harusnya lebih banyak turun ke pedagang untuk melakukan pengawasan, baik itu soal harga barang, kualitas barang sampai pada kendala-kendala yang dialami pihak pedagang.

“Kami dari Pemda sudah menyiapkan banyak event, bahkan sudah ada kalender event yang dibuat, ini tujuannya agar dapat menghidupkan UMKM di Tidore. Olehnya itu, sinergitas Disperindag dan UMKM ini perlu diperkuat, tanpa harus memonopoli orang-orang tertentu,” tandasnya. (Red).