Usai Tinjau, Wawali Tidore Langsung Bantu Bangun Rumah Milik Ismail Kene di Ome

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen meninjau rumah bambu milik Ismail Kene di kelurahan Ome.

TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen meninjau rumah milik salah satu warga di kelurahan Ome, kecamatan Tidore Utara, Senin (8/1).

Rumah gubuk bambu yang ditinjau Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen itu milik Ismail Kene, terletak di RT/RW 02/01.

Rumah tersebut rencananya akan segera dibangun oleh Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen dengan ukuran 6×9 meter persegi. Rumah gubuk bambu berukuran 2×3 meter persegi sudah ditempati oleh Ismail sekitar 10 tahun.

Kedatangan Muhammad Sinen di lokasi rumah tersebut didampingi oleh kepala kelurahan se kecamatan Tidore Utara. Camat Tidore Utara, Sekretaris Disperkimtan Tidore, Budi Mustafa.

Tidak hanya meninjau lokasi, kedatangan Muhammad Sinen di lokasi itu sekaligus menyerahkan uang muka kepada tukang yang akan mengerjakan rumah tersebut.

Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, membantu pembangunan rumah Ismail Kene ini bukan karena bertepatan dengan momentum politik, akan tetapi laporan terkait rumah tak layak huni ini baru disampaikan.

“Laporan terkait rumah ini, baru saya dapatkan melalui Lurah Ome pada Jumat (5/1), saya sering melihat saat melintas di depan rumah, sudah ada beberapa bahan yang tersedia namun tak kunjung melihat pembangunannya,” tutur Muhammad Sinen.

Setelah turun meninjau langsung, baru didapati ternyata dari beberapa bahan bangunan yang sudah tersedia, masih kekurangan bahan-bahan lainnya sehingga proses pembangunannya belum dapat dilaksanakan.

“Proses pembangunan rumah pak Ismail Kene ini rencananya akan dibangun rampung secepatnya, agar bapak Ismail Kene bersama kedua anaknya dapat menempati dengan segera,” imbuh Muhammad Sinen.

Sebelum rencana pembangunan rumah ini, Ismail Kene telah menyiapkan beberapa bahan bangunan seperti batu bata dan kayu balok, pondasi rumah ini juga telah berdiri sejak lama, hanya saja proses pembangunannya tertunda karena keterbatasan ekonomi, untuk kebutuhan bahan bangunan lainnya. (Red).