Pererat Ukhuwa, Tong Coffe Gelar Kompetisi Domino Cup II Edisi Ramadhan

Ketua Dewan Pembina Gardu Tong Coffe, Muhammad Abubakar.

TIDORE – Suasana Ramadan di Kota Tidore Kepulauan disemarakkan dengan digelarnya lomba Domino Tong Coffe Cup II Edisi Ramadan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Gardu Tong Coffe Tidore Kepulauan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026, bertempat di Tong Coffe Tidore, Kelurahan Tuguwaji, Kecamatan Tidore, tepatnya di kawasan Komplek Stadion Marimoi Tidore.

Lomba domino yang menjadi agenda silaturahmi masyarakat ini, diikuti oleh 32 pasangan peserta yang berasal dari berbagai instansi, lembaga, serta komunitas di Kota Tidore Kepulauan.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta permainan domino untuk mempererat hubungan sosial selama bulan suci Ramadan.

Peserta yang ambil bagian dalam lomba tersebut merupakan utusan dari sejumlah instansi dan organisasi, di antaranya tuan rumah Gardu Tong Coffe, Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Maluku Utara, Kodim 1505/Tidore, Polresta Tidore, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore, DPRD Kota Tidore Kepulauan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Soasio, serta perwakilan dari Kecamatan Tidore, Kecamatan Tidore Selatan, Kecamatan Tidore Utara, dan Rumah Sakit Daerah Tidore Kepulauan.

Ketua Dewan Pembina Gardu Tong Coffe, Muhammad Abubakar, menjelaskan bahwa lomba domino edisi Ramadan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat dan komunitas di Kota Tidore Kepulauan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup dan penuh kebersamaan.

“Lomba domino Gardu Tong Coffe edisi Ramadan ini merupakan ajang silaturahmi. Melalui kegiatan ini kita ingin meramaikan Ramadan dengan suasana yang riang gembira, sekaligus memberikan wadah bagi para peminat permainan domino untuk berkumpul dan berkompetisi secara sehat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal menuju rencana launching Gardu Tong Coffe Tidore sebagai ruang komunitas yang terbuka bagi masyarakat.

“Kegiatan ini juga menjadi cikal bakal menuju launching Gardu Tong Coffe Tidore, yang nantinya diharapkan menjadi tempat berkumpulnya komunitas, khususnya bagi para pecinta domino dan kegiatan positif lainnya di Tidore,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Muhammad Julham mengatakan bahwa lomba domino ini dirancang sebagai wadah bagi para pemain domino di Kota Tidore Kepulauan untuk mempererat hubungan sosial selama bulan Ramadan.

Ia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi, namun panitia harus membatasi jumlah peserta.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi para pemain domino di Kota Tidore Kepulauan untuk menjalin silaturahmi selama Ramadan berlangsung. Namun pada edisi kali ini kami membatasi jumlah peserta hanya 32 pasangan karena keterbatasan waktu pelaksanaan lomba,” jelasnya.

Julham juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua PORDI Maluku Utara, Muhammad Sinen, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua PORDI Maluku Utara atas dukungan sponsorship pada kegiatan ini. Dukungan tersebut sangat membantu dalam menyukseskan pelaksanaan lomba domino Tong Coffe Cup II,” katanya.

Selain itu, pihak panitia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang selama ini terus mendorong berbagai kegiatan masyarakat, khususnya yang melibatkan generasi muda.

“Kami juga mengapresiasi Bapak Wali Kota yang selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat maupun anak muda di Kota Tidore Kepulauan,” tambah Julham.

Untuk menambah semangat para peserta, panitia menyediakan total bonus sebesar Rp10.000.000 yang disponsori langsung oleh Ketua PORDI Maluku Utara. Hadiah tersebut akan diperebutkan oleh para peserta selama tiga hari pertandingan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Gardu Tong Coffe Tidore Kepulauan berharap lomba domino tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat di Kota Tidore Kepulauan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, khususnya pada bulan Ramadan, sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta menghidupkan aktivitas komunitas di Kota Tidore Kepulauan. (Red).