TIDORE – Internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tidore Kepulauan bergejolak. Betapa tidak, delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan resmi mengadu ke Dewan Pengurus Cabang (DPC) agar melakukan evaluasi terhadap 12 anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan dari fraksi PDI Perjuangan. Dalam poin pengaduan itu juga, delapan PAC meminta agar jabatan ketua DPRD yang dijabat oleh Ade Kama dari PDIP harus dievaluasi.
Sekretaris DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan, Yudi Wahid saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
“Memang, mereka (8 PAC,red) sudah memasukan surat ke kami kemarin (Senin,red) terkait itu,” kata Yudi, Selasa (27/1).
Yudi menegaskan, pada dasarnya, pimpinan DPC akan menindaklanjuti tuntutan dari delapan PAC sebagaimana yang tertuang dalam surat tersebut.
“Kami di DPC akan gelar rapat. Untuk membahas hal ini. Apakah kami akan panggil fraksi dan pengurus PAC atau bagaimana. Intinya kami akan gelar rapat untuk tindak lanjut masalah ini,” tegas Yudi.
Ia menjelaskan, rapat dalam menindak lanjuti tuntutan-tuntutan pengurus PAC ini tetap bersandar pada mekanisme AD ART partai. Untuk itu, DPC akan tetap meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, diantaranya fraksi dan PAC.
“Hal ini merupakan dinamika yang biasa dalam berpartai,” kata Yudi.
Ia mengemukakan, inti dari poin keberatan yang dilayangkan oleh delapan PAC tersebut adalah bahwa fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Tidore terkesan tidak menganggap sebelah mata pengurus PAC. Sehingga bisa dimaknai, bahwa poin keberatan itu dimaksudkan agar evaluasi ke arahan perbaikan yang lebih baik lagi.
“PAC ini menilai bahwa fraksi tidak menjalan prinsip tiga pilar yakni legislatif, struktural dan pemerintahan. Jadi, PAC menganggap masih ada ketimpangan disitu,” kata Yudi membeberkan.
Keberatan yang diajukan oleh PAC itu juga mendapat perhatian dari Ketua DPD PDI Perjuangan, Muhammad Sinen.
Baginya, suara pengurus PAC maupun Ranting dan Anak Ranting harus didengar. Karena, ujung tombak sebuah partai itu ada di tingkat bawah.
“Kekuatan partai itu dibangun dari bawah, bukan dari atas. Jadi wajib hukumnya suara dari bawah itu didengar dan ditindaklanjuti,” kata Muhammad Sinen.
Ketua DPD tersebut bahkan mengutip pernyataan dari ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bahwa jika masuk ke partai hanya ingin cari hidup di partai lebih baik keluar dari partai atau memanfaatkan partai demi keuntungan pribadi maka lebih baik keluar.
“Saya baru tahu kalau ada protes dari PAC ini. Partai ini besar karena kekuatan dari bawah, bukan dari atas. Partai ini mengajarkan kepada kadernya tentang solidaritas, kekompakan. Tapi kalau ada anggota DPRD yang setelah dilantik kemudian menjauh dari kader-kader ditingkat bawah maka perlu dievaluasi,” tegasnya. (Red).







