Inovasi SERSAN DILA Tingkatkan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar, Penyandang Disabilitas, dan Lansia 

Jauhar Jainuddin, SE

TIDORE – Dinas Sosial Kota Tidore Kepulauan meluncurkan inovasi Sistem Asesmen Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar, Penyandang Disabilitas, dan Lansia (SERSAN DILA) sebagai upaya peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang rehabilitasi sosial.

Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat dan mengoptimalkan penanganan berbagai kasus kerentanan sosial, khususnya pada kelompok rentan.

Peluncuran SERSAN DILA yang berlangsung pada Jumat, 15 Januari 2025, ini menandai komitmen Pemda Kota Tidore Kepulauan dalam memberikan pelayanan yang lebih adaptif dan komprehensif. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial, Jauhar Jainuddin, SE, menyampaikan bahwa SERSAN DILA merupakan jawaban atas tantangan dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik masing-masing individu yang memerlukan rehabilitasi sosial.

“Selama ini, proses asesmen seringkali memakan waktu dan kurang terintegrasi. Dengan SERSAN DILA, kita bisa melakukan asesmen yang lebih cepat, akurat, dan holistik, sehingga intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” ujar Jauhar.

SERSAN DILA dirancang masih dalam system non digital dan akan dikembangkan ke system digital sehingga memungkinkan petugas melakukan asesmen secara terstruktur, mencakup berbagai aspek seperti kondisi fisik, psikis, sosial, ekonomi, hingga potensi diri individu. Data yang terkumpul kemudian akan dianalisis untuk menyusun rencana rehabilitasi yang personal dan terukur.

“Target utama kami adalah memastikan setiap anak terlantar mendapatkan haknya untuk tumbuh kembang, penyandang disabilitas dapat mengembangkan potensi mereka, dan lansia mendapatkan pendampingan yang layak. SERSAN DILA akan menjadi tulang punggung dalam mencapai target tersebut,” tambah Jauhar.

Sejumlah pihak menyambut baik inovasi SERSAN DILA. Perwakilan dari organisasi Disabilitas (PPDI), Agus Salim Rasyid menyampaikan apresiasinya.

“Ini adalah langkah maju yang signifikan. Dengan asesmen yang lebih detail, kami yakin program rehabilitasi akan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi Penyandang Disabilitas,” katanya.

Ke depan, Dinas Sosial kota Tidore Kepulauan akan terus melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi para petugas sosial agar dapat mengoptimalkan penggunaan SERSAN DILA. Diharapkan inovasi ini tidak hanya menjadi model bagi daerah lain, tetapi juga mampu mewujudkan pelayanan rehabilitasi sosial yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (Red).