Pemkot Tidore Intens Ikuti Rapat Inflasi Mingguan

TIDORE – Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui Tim Teknis Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore terus intens mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi mingguan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir.

Rakor tersebut diikuti oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain secara virtual di Ruang Rapat Sekda kantor Walikota Tidore pada Senin (25/5).

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menilai inflasi nasional jelang Idul Adha lebih terkendali dibanding Idul Fitri sebelumnya. Meski begitu, cabai rawit dan cabai merah tetap jadi sorotan karena menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi di banyak daerah.

Usai mengikuti rapat tersebut Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain menyampaikan bahwa stok minyak goreng Minyakita di Maluku Utara saat ini kosong. Kondisi ini terjadi karena mitra-mitra Bulog belum menerima pasokan, sementara proses distribusi masih berlangsung.

“Untuk Maluku Utara rata-rata minyak kita kosong, jadi mitra-mitra Bulog untuk sementara ini belum ada stok karena lagi sementara distribusi,” kata Taher Husain.

Taher Husain juga menambahkan,Untuk harga di Pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan, gejolak kenaikan terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai saat ini sudah berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Sementara komoditas lain terpantau masih stabil.

“Harga di pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan untuk gejolak kenaikan di cabai hari mungkin sudah kisaran harga Rp80.000/kg. Untuk komoditas yang lain masih stabil, daging ayam stabil, telur harga malah turun dan daging sapi juga sama,” jelasnya.

Lanjutnya, kondisi stabilitas harga ini membuat Indeks Perkembangan Harga [IPH] Kota Tidore Kepulauan pada bulan Mei masih berada di posisi deflasi -1,74%. Artinya, secara rata-rata harga komoditas menjelang H-2 Lebaran Idul Adha masih terkendali.“IPH di bulan Mei masih posisinya deflasi -1,74 jadi rata-rata menjelang H-2 Lebaran Idul Adha secara keseluruhan harga komoditasnya masih stabil kecuali cabai. Tapi kemudian kenaikannya tidak seperti Idul Fitri di posisi Rp100.000/kg,” ujarnya.

Taher Husain berharap kepada TPID akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan distribusi bahan pokok, khususnya minyak goreng, segera lancar agar masyarakat tidak terdampak menjelang perayaan Idul Adha. (Red).